Rabu, 25 Januari 2023

Zinchenko sang Game Changer Arsenal

Zinchenko Membawa Atmosfir Baru Bagi Arsenal

Zinchenko atau yang bernama lengkap Oleksandr Volodymyrovych Zinchenko adalah rekrutan Arsenal musim panas kemarin. Ia didatangkan dari Manchester City dengan harga 31,5 juta Poundsterling. Ia didatangkan dengan tujuan untuk memperkuat bek sayap kiri yang saat itu hanya ditempati oleh Tierney karena Tavares sedang dipinjamkan ke Marseille. Lalu apa yang membuat peran Zinchenko begitu krusial bagi skuad asuhan Mikel Arteta tersebut.

1. Bisa bermain dengan sistem Arteta

Perlu diketahui Zinchenko dan Arteta pernah bekerja sama di City sebelumnya. Hal ini membuat Zinchenko begitu paham apa yang diinginkan Arteta dalam timnya. Walaupun ia baru saja didatangkan dari Manchester City, tetapi ia langsung menjadi andalan utama Arteta dengan menggeser posisi dari Tierney. 

2. Gaya bermain yang tidak biasa


Gaya bermain Zinchenko sangat berbeda dengan gaya bermain bek sayap kebanyakan. Dimana pada umumnya, bek sayap hanya maju/overlap membantu serangan melalui sisi terluar lapangan dan menjaga sisi sayap pertahanan ketika sedang bertahan. Namun tidak dengan Zinchenko, dia malah masuk ke tengah lapangan berdiri sejajar dengan DM, yang mana hal ini akan memudahkan tim dalam mengalirkan sirkulasi bola. Dengan adanya Zinchenko di lini tengah, Granit Xhaka menjadi leluasa untuk kedepan membantu serangan. Hal ini yang membedakan Arsenal musim ini dan musim kemarin.

3. Passion yang begitu kuat

Walaupun belum genap semusim berseragam Arsenal, Zinchenko kerap kali menunjukan semangatnya dalam membantu Arsenal dalam tangga perebutan juara EPL. Dia menjadi pemain yang paling bersemangat dalam membantu kemenangan Arsenal. Bahkan dalam keadaan cedera pun dia masih menyempatkan mendukung Arsenal di stadion. Antusiasnya ini sangat disukai oleh para fans.

Memang banyak faktor yang memnjadikan Arsenal begitu kuat musim ini, namun peran Zinchenko tak boleh dianggap remeh. Peran yang begitu krusial sehingga mampu menambal lubang yang selama ini ada pada Arsenal. Semoga Zinchenko bisa terus konsisten sampai akhir musim dan terhindar dari cedera apapun.

Share:

Senin, 12 Juli 2021

Beberapa Momen Terbaik Euro 2020

Inggris Kena Karma, Italia Juara

Pagelaran Euro 2020 telah usai. Banyak sekali kejutan yang terjadi selama turnamen ini. Dari gugurnya semua tim dari grup neraka, sampai kontroversi timnas Inggris. Mari kita bahas satu persatu.

1.     Kolaps Eriksen

Christian Eriksen yang menjadi andalan dari timnas Denmark harus mengalami pengalaman pahit. Ia harus terkapar di menit-menit awal babak pertama ketika menghadapi timnas Finlandia. Ia dikabarkan terkena serangan jantung, namun untungnya nyawanya dapat tertolong. Kejadian ini menjadi kabar yang sangat buruk karena ia harus pension dini demi keselamatan nyawanya.

2.     Ronaldo Geser Coca Cola

Saat press conference, Ronaldo menggeser dua botol Coca Cola. Ia kemudian mengangkat botol air mineral dan berkata “Drink Water”. Kejadian ini membuat saham Coca Cola turun drastis. Sungguh Ronaldo Effect.

3.     Pogba Geser Miras

Setelah Ronaldo, giliran Pogba menggeser botol. Kali ini yang digeser adalah Heineken, sebuah merek minuman keras. Ia melakukannya karena ia adalah seorang muslim yang haram meminum miras. Pak Haji Rhoma bangga denganmu bang, hehe..

Turki Zero Point

Timnas Turki yang digadang-gadang sebagai tim kuda hitam, secara mengejutkan tidak mendapat poin sama sekali. Dari tiga pertandingan yang dijalani, mereka selalu kalah. Pemain sekelas Hakan Calhanoglu dan Soyuncu tidak dapat membantu tim mereka melaju lebih jauh. Bahkan berhadapan dengan tim sekelas Wales, mereka tak sanggup mengalahkannya.

Swiss ke Perempat Final

Timnas Swiss tidak pernah disangka akan bisa melaju ke babak perempat final. Bagaimana tidak, lawannya di babak 16 besar adalah Prancis, sang juara dunia 2018 dan memiliki segudang pemain hebat. Mereka mengalahkan Prancis lewat adu penalty. Sebelumya mereka melakukan Comeback dari yang awalnya tertinggal 3-1 berhasil mereka samakan 3-3. Yan Sommer menjadi bintang karena berhasil menggagalkan penalti Kyliann Mbappe. Tak hanya Sommer, kapten mereka Granit Xhaka harus diberi applause karena kontribusinya dalam 1 gol Swiss dan motivasinya kepada rekan setimnya. Sayang perjuangan mereka gagal di babak berikutnya karena dikandaskan oleh Spanyol, juga lewat adu penalti.

Denmark Lolos ke Semifinal

Setelah kehilangan Eriksen, timnas Denmark dinilai kehilangan 60% kekuatannya. Ditambah mereka kalah dari Finlandia dan Belgia. Namun mereka mampu bangkit dengan menghajar Rusia 4-1, kemudian mengalahkan Wales di babak 16 besar dengan skor 4-0, dan mengalahkan Ceko 1-2 di perempat final. Namun langkah Braitwaite CS terhenti ketika di semifinal berhadapan dengan Inggris. Mereka harus kalah dengan cara yang kontroversial dimana diving Sterling menghukum mereka dengan tendangan penalti. Sebenarnya penalti tersebut mampu digagalkan Smeichel. Namun bola muntah mampu disambar Hary Kane dan merubah skor 2-1 untuk Inggris. Tetapi perjuangan mereka patut diberikan applause karena tanpa Eriksen mereka mampu melaju sejauh ini. Good Game Denmark.

7.     Gugurnya Tim Dari Grup Neraka

Grup F dinobatkan sebagai grup neraka karena diisi para juara, kecuali Hungaria. Prancis, Jerman, dan Portugal menjadi favorit finalis Euro kali ini. Namun apa dikata mereka semua gagal di babak 16 besar setelah dikalahkan lawan-lawannya. Jerman kalah 0-2 melawan Inggris. Prancis kalah adu penalti melawan Swiss. Portugal kalah 0-1 melawan Belgia. Namun inilah serunnya Euro kali ini begitu banyak pertandingan yang mengejutkan.

8.     Hungaria Keren

Berada di grup neraka, Hungaria diprediksi menjadi bulan-bulanan Prancis, Jerman, dan Portugal. Apalagi di pertandingan pertama mereka kalah dari Portugal 0-3. Namun mengejukannya, di dua pertandingan melawan Jerman dan Prancis, mereka mampu mempersulit tim besar itu dan memaksa mereka untuk bermain imbang, masing-masing dengan skor 2-2. Namun sayang mereka tidak dapat melaju ke babak selanjutnya karena berada di rank 4 atau terakhir.

9.     Prancis Sombong

Saat pertandingan melawan Swiss ketika skor 3-1 untuk Prancis, terlihat dari gestur pemain yang meremehkan lawannya. Mereka seakan yakin akan menang. Sampai mereka akhir ter-Comeback oleh dua gol Swiss, membuat mereka terpaksa melakoni extra time dan penalti. Sampai akhirnya mereka kalah adu penalti. Mungkin ini akibat selebrasi TikTok Pogba, wkwkwk.

10  Inggris Kontroversial

Inggris melaju sampai final secara kontroversi. Dari 7 pertandingan di Euro, 6 kali mereka bermain di kandang termasuk saat final. Hal ini membuat mereka mendapat julukan tim panitia. Tidak hanya itu, saat semifinal mereka mendapat penalti karena diving Sterling dan anehnya tidak ada pengecekan VAR saat itu. Kemudian saat final, mereka melarang pendukung Italia untuk menonton di stadion karena alasa Covid, walaupun akhirnya tetap ada pendukung Italia walaupun hanya 5000an orang. Jumlah itu berbanding terbalik dengan jumlah pendukung Inggris di Stadion yang mencapai 90 ribu orang. Namun pada akhirnya, kebenaran yang tetap menang. Mereka kalah adu penalti melawan Italia di final dan menangis di kandang sendiri. Sungguh ironi Inggris.

11  Italy Unbeatable

Setelah gagal lolos ke Pildun 2018, Italia menunjuk Mancini sebagai pelatihnya. Mancini membuat perubahan terbesar bagi sepakbola Italia, yaitu mengapus yang Namanya Catenaccio. Mancini memperkenalkan sepakbola menyerang kepada timnas Italia. Sehingga dari 34 pertandingan yang dijalani, Italia tidak pernah kalah termasuk final Euro 2020. Ini prestasi yang membanggakan bagi Mancini dan rakyat Italia. Mereka mampu meraih piala Euro untuk kedua kalinya sejak 1968. Walaupun tanpa bintang, mereka menunujukkan bahwa kemenangan dapat diraih dengan bermain as a team. Mungkin hal ini harus dicontoh oleh Prancis dan Inggris yang skuadnya diisi oleh banyak bintang namun permainannya biasa saja.

Itulah rekap kejadian menarik selama pegelaran Euro 2020, begitu banyak kejutan dan kontroversi. Satu bulan yang sangat mengobati kita akan rindu sepakbola karena pandemi. Terima kasih telah membaca, jangan sungkan memberi like dan komentarnya dibawah. Bravo sepakbola!!


Share:

Senin, 19 April 2021

ESL, Liga tandingan Champions League

 



European Super League Mengancam FIFA

ESL (European Super League) belakangan ini ramai diperbincangkan. Memang apa itu ESL? ESL adalah kompetisi yang dibentuk oleh beberapa klub besar di Eropa diluar naungan FIFA. Jadi bisa dibilang ESL adalah versi lain dari Champions League. Namun, peserta dari kompetisi ini dituntut untuk keluar dari kompetisi domestik yang berada di bawah naungan FIFA seperti EPL dan La liga.

Ada 12 klub raksasa Eropa yang saat ini menyetujui pembentukan kompetisi ini. Yaitu Adalah :

1.     Arsenal

2.     Manchester United

3.     Manchester City

4.     Liverpool

5.     Chelsea

6.     Tottenham

7.     Barcelona

8.     Real Madrid

9.     Atletico Madrid

10.  Inter Milan

11.  Ac Milan

12.  Juventus

Pagelaran ini di ketuai oleh presiden Real Madrid yaitu Florentino Perez dan memiliki wakil ketua Andrea Agnelli (bos Juventus) serta Joel Glazer (wakil ketua MU).

 

Lalu apa pengaruh dari kompetisi ini terhadap kompetisi yang berada di bawah FIFA seperti EPL?

 

Tentu jumlah penonton akan berkurang secara drastis dan mengakibatkan pemasukan menjadi sedikit. Selain itu, keseruan sepakbola akan berkurang karena berpindahnya klub besar dan hanya menyisakan klub kecil. Peristiwa Giant Killing mungkin tidak akan pernah terjadi lagi.

FIFA juga mengancam kepada setiap pemain yang mengikuti kompetisi ESL dilarang untuk membela timnas mereka dan bermain di liga bentukan FIFA. Hal ini merupakan perlawanan FIFA dan UEFA terhadap ESL. Banyak legenda sepakbola eropa yang mengecam ESL. Diantaranya seperti Garry Neville dan Roy Keane (legenda MU).

 

Munculnya Gagasan European Super League

 

Para pemilik klub besar di Eropa seperti MU dan Liverpool saat ini merasa bahwa pemasukan mereka sangat kecil dan bahkan cenderung merugi. Hal ini tidak sebanding dengan gaji pemain yang semakin meningkat. Ditambah Covid yang menyulitkan mereka. Kita bisa lihat Barcelona sebagai tim yang memiliki income terbesar di dunia yang mencapai 870 juta Euro per tahun nyaris mengalami kebangkrutan. Sedangkan Chelsea setelah 10 tahun baru merasakan untung yang hanya sebesar 25 juta Euro.

 

FIFA dan UEFA saat ini menjadi pemegang kendali setiap liga di Eropa. Mereka yang berwenang untuk menentukan hak siar tv di setiap liga, sehingga income akan lebih banyak ke mereka. Selain itu jika kita bandingkan UCL dan ESL, jumlah hadiah uang yang diterima klub yang juara sangat jauh sekali. Di UCL tim yang juara hanya mendapat 80 juta Euro sedangkan di ESL 1 milyaran Euro. Bahkan hanya sekedar ikut di ESL, tim tersebut bisa mendapat uang sebesar 130 - 260 juta Euro. Ini yang menjadi pertimbangan tersendiri oleh 12 klub di atas.

 

Selain itu, banyak sekali pemain yang melayangkan protes terhadap UEFA walaupun tidak secara langsung. Mereka mengeluhkan jadwal pertandingan yang sangat padat, seminggu bisa 2 kali bertanding di 2 negara yang berbeda. Bahkan Toni Kroos, gelandang andalan Real Madrid menyatakan bahwa ini adalah perbudakan berkedok sepakbola. Sementara FIFA dan UEFA menikmati income dari hak siar UCL, UEL, Piala Dunia dan lain-lain yang tiap tahunnya selalu meningkat.

 

Bisa dibayangkan apabila banyak pemain bintang yang hijrah ke ESL, kualitas dari liga-liga bentukan FIFA dan UEFA akan menurun. Sehingga mengakibatkan rating turun dan income juga berkurang. Apa jadinya jika piala dunia tanpa Messi dan Ronaldo, tentu kurang menarik dan antusiasme penonton akan turun drastis. Hal ini yang membuat FIFA mengecam pembentukan ESL. Belum ada kabar kapan terlaksananya ESL ini. Namun kemungkinan besar tahun depan liga ini akan dilaksanakan.

 


Share:

Kamis, 15 April 2021


 


PIALA DUNIA SEPAKBOLA PERTAMA FIFA

Piala Dunia 1930 adalah Piala Dunia perdana yang digelar oleh FIFA. Piala dunia ini merupakan kejuaraan bagi asosiasi sepakbola pria di penjuru dunia, namun hanya beberapa negara saja yang mendapat undangan yang dapat mengikutinya.  FIFA memilih negara Uruguay sebagai tuan rumah dari perhelatan ini. Uruguay sebelumnya mampu mempertahankan emas Olimpiade Musim Panas 1924 dan 1928 pada cabang olahraga sepakbola. Kejuaraan ini digelar pada tanggal 13 – 30 Juli 1930. Semua pertandingan di kejuaraan ini dilaksanakan di ibukota Uruguay yaitu Montevideo. Pertandingan di gelar di tiga stadion yaitu Stadion Centenairo (Estadio Centenairo), Stadion Pocitos (Estadio Pocitos) dan Stadion Gran Parque Central (Estadio Gran Parque Central).

Negara – negara yang mendapat undangan dan bersedia tampil dibagi ke dalam beberapa grup, yakni sebagai berikut.

Grup A

Grup B

Grup C

Grup D

1. Argentina

1. Brazil

1. Uruguay

1. Belgia

2. Chile

2. Bolivia

2. Peru

2. Paraguay

3. Perancis

3. Yugoslavia

3. Rumania

3. Amerika Serikat

4. Mexico

 

 

 

 

Masing – masing negara/tim harus mendapatkan puncak grup untuk bisa melaju ke babak selanjutnya yaitu babak semifinal. Tim yang berhasil keluar sebagai juara grup adalah Argentina, Yugoslavia, Uruguay, dan Amerika Serikat. Pada pertandingan di semifinal ini Argentina akan melawan Amerika Serikat dan Uruguay akan menghadapi Yugoslavia. Pertandingan di semifinal berakhir dengan kemenangan Argentina dan Uruguay, serta mereka dapat melaju ke babak final. Argentina berhasil mengandaskan perlawanan Amerika Serikat dengan skor 6-1 untuk Argentina. Sedangkan Uruguay berhasil mengalahkan Yugoslavia dengan skor 6-1. Sebenarnya di babak pertama Yugoslavia berhasil mencetak gol dan merubah skor menjadi 2-2, namun gol tersebut dianulir oleh wasit karena salah satu pemain Yugoslavia berada dalam posisi offside.

 

Pada perhelatan Piala Dunia 1930 tidak ada pertandingan perebutan juara ketiga, sehingga Amerika Serikat dan Yugoslavia mendapat gelar juara ketiga bersama, mereka mendapat medali perunggu. Pada partai final, Argentina dan Uruguay bertanding di Stadion Centenario pada tanggal 30 Juli 1930. Pertandingan tersebut dihadiri oleh 68.346 penonton. Pertandingan itu dipimpin oleh wasit asal Belgia, John Langenus. Pertandingan berjalan cukup seru, kedua tim saling melancarkan serangan. Argentina sempat unggul terlebih dahulu di babak pertama dengan skor 1-2. Namun Uruguay berhasil comeback dan membalikkan skor menjadi 4-2 untuk kemenangan Uruguay. Uruguay keluar sebagai juara pada Piala Dunia pertama dan mengawinkan gelar mereka dengan gelar juara Olimpiade 1928. Striker Argentina, Guillermo Stábile menjadi pencetak gol terbanyak dengan total 8 gol.

 

Namun kemenangan yang diraih Uruguay menimbulkan kekacauan di Argentina. Para warga Argentina tidak terima dengan kekalahan yang dialami negaranya. Mereka melempari Konsulat Uruguay yang berada di Buenos Aires (ibukota Argentina) dengan batu. Kejadian yang sebetulnya tidak boleh terjadi.

 

Kemenangan dan kekalahan sudah menjadi hal yang biasa di dalam pertandingan. Namun beberapa orang terkadang tidak terima dengan kekalahan yang mereka alami, sehingga mereka melakukan sesuatu yang buruk yang seharusnya tidak boleh dilakukan, seperti kekerasan, perusakan property, mengumpat, dan lain-lain. Sebaliknya beberapa oknum menggunakan segala cara untuk mendapatkan kemenangan. Mereka rela berlaku curang agar tim mereka berhasil menang. Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi pada sebuah pertandingan, sebab sebuah pertandingan seperti sepakbola harus menjunjung tinggi fair play dan sportivitas dalam bermain. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa untuk memberi saran dan kritik supaya saya dapat meningkatkan kualitas tulisan saya berikutnya.

Share:

Kamis, 08 April 2021

Sejarah FIFA yang Sobat Gila Bola Harus Tahu !

 






SEJARAH TERBENTUKNYA FIFA

Federation Internationale de Football Association (FIFA) adalah organisasi yang menaungi olahraga sepakbola. FIFA bertugas untuk menentukan aturan dalam sebuah pertandingan sepakbola agar pertandingan yang dilaksanakan menjadi pertandingan yang adil.

Organisasi ini dibentuk oleh 7 negara, yaitu Belgia, Denmark, Perancis, Belanda, Spanyol, Swedia dan Swiss pada tanggal 21 Mei 1904. Pertandingan sepakbola internasional yang meningkat sejak awal abad ke-20 membuat legenda/pemimpin sepakbola di negara-negara Eropa merasa harus dibentuk sebuah badan lembaga yang mengatur seluruh pertandingan sepakbola resmi. Mengetahui hal tersebut maka terjadilah pertemuan di Paris tahun 1904 oleh beberapa negara Eropa untuk membentuk sebuah badan pengatur sepakbola. Di bawah pimpinan seorang jurnalis Perancis yaitu Robert Guerin, akhirnya terbentuklah Federation Internationale de Football Association (FIFA). Robert Guerin juga menjadi presiden pertama dari FIFA. Ia memimpin organisasi ini selama 2 tahun (1904-1906). Dan Presiden yang terlama menjabat adalah Jules Rimet dari negara Perancis. Ia menjabat selama 33 tahun yakni dari tahun 1921-1954.

Saat ini yang menjabat sebagai Presiden FIFA adalah Gianni Infantino yang berasal dari negara Italia. Ia terpilih dalam Kongres Luar Biasa pada 2016. Infantino sebelumnya menjabat sebagai sekretaris jendral FIFA sejak 2009. Kongres ini dilaksanakan karena tuduhan korupsi oleh beberapa pejabat FIFA dan menyebabkan presiden sebelumnya yakni Joseph “Sepp” Blatter mengundurkan diri dan ia harus menerima larangan(ban) untuk tidak terlibat dalam dunia sepakbola seumur hidup.

Dibawah naungan FIFA, olahraga sepakbola menjadi olahraga paling populer di dunia berdasarkan ‘Big Count FIFA’ pada 2006. Olahraga sepakbola telah dimainkan oleh lebih dari 150 juta atlit terdafatar, termasuk 10 juta atlit wanita. Olahraga ini juga telah ditonton oleh milyaran penduduk bumi baik melalui stadion ataupun melalui siaran televisi. Pada pagelaran Piala Dunia 2014 di Brasil, tercatat jumlah total 4.3.429.873 penonton menghadiri 64 pertandingan. Jumlah yang sangat fantastis!

 Sebagai otoritas administratif tertinggi sepakbola, FIFA mengatur semua aspek permainan sepakbola : mengatur aturan main, mengorganisasi kompetisi internasional seperti Piala Dunia, membangu standar pengadil (wasit), megawasi transfer pemain internasional, mendorong perkembangan sepakbola di seluruh dunia, dan masih banyak lagi.

Beberapa kejuaran dunia yang diselenggarakan oleh FIFA adalah FIFA World Cup, FIFA Women’s World Cup, U-20 World Cup, U-20 Women’s World Cup, U-17World Cup, U-17 Women’s World Cup, FIFA Beach Soccer World Cup dan Futsal World Cup. Selain itu, FIFA juga mengawasi Olimpiade Sepakbola Pria dan Wanita yang berada di bawah naungan Olimpyc Committee setiap empat tahun.  Dan masih banyak lagi kejuaraan yang diselenggarakan oleh FIFA.

Itu tadi adalah sejarah singkat berdirinya FIFA dan beberapa tugas serta pertandingan yang disselenggarakan oleh FIFA. Semoga artikel ini bisa menambah informasi kalian dan apabila ada pertanyaan bisa kalian tanyakan di kolom komentar. Sekian terima kasih telah membaca. VAMOS!!

Share:

Zinchenko sang Game Changer Arsenal

Zinchenko Membawa Atmosfir Baru Bagi Arsenal Zinchenko atau yang bernama lengkap  Oleksandr Volodymyrovych Zinchenko adalah rekrutan Arsenal...

Arsip Blog