Inggris Kena Karma, Italia Juara
Pagelaran Euro 2020 telah usai. Banyak sekali kejutan yang terjadi selama turnamen ini. Dari gugurnya semua tim dari grup neraka, sampai kontroversi timnas Inggris. Mari kita bahas satu persatu.
1. Kolaps
Eriksen
Christian Eriksen yang menjadi andalan dari timnas Denmark harus mengalami
pengalaman pahit. Ia harus terkapar di menit-menit awal babak pertama ketika menghadapi
timnas Finlandia. Ia dikabarkan terkena serangan jantung, namun untungnya
nyawanya dapat tertolong. Kejadian ini menjadi kabar yang sangat buruk karena
ia harus pension dini demi keselamatan nyawanya.
2.
Ronaldo Geser Coca Cola
Saat press conference, Ronaldo menggeser dua botol Coca Cola. Ia
kemudian mengangkat botol air mineral dan berkata “Drink Water”. Kejadian ini
membuat saham Coca Cola turun drastis. Sungguh Ronaldo Effect.
3.
Pogba
Geser Miras
Setelah Ronaldo, giliran Pogba menggeser botol. Kali ini yang digeser adalah Heineken, sebuah merek minuman keras. Ia melakukannya karena ia adalah seorang muslim yang haram meminum miras. Pak Haji Rhoma bangga denganmu bang, hehe..
Turki Zero Point
Timnas Turki yang digadang-gadang sebagai tim kuda hitam, secara mengejutkan tidak mendapat poin sama sekali. Dari tiga pertandingan yang dijalani, mereka selalu kalah. Pemain sekelas Hakan Calhanoglu dan Soyuncu tidak dapat membantu tim mereka melaju lebih jauh. Bahkan berhadapan dengan tim sekelas Wales, mereka tak sanggup mengalahkannya.
Swiss ke Perempat Final
Timnas Swiss tidak pernah disangka akan bisa melaju ke babak perempat final. Bagaimana tidak, lawannya di babak 16 besar adalah Prancis, sang juara dunia 2018 dan memiliki segudang pemain hebat. Mereka mengalahkan Prancis lewat adu penalty. Sebelumya mereka melakukan Comeback dari yang awalnya tertinggal 3-1 berhasil mereka samakan 3-3. Yan Sommer menjadi bintang karena berhasil menggagalkan penalti Kyliann Mbappe. Tak hanya Sommer, kapten mereka Granit Xhaka harus diberi applause karena kontribusinya dalam 1 gol Swiss dan motivasinya kepada rekan setimnya. Sayang perjuangan mereka gagal di babak berikutnya karena dikandaskan oleh Spanyol, juga lewat adu penalti.
Denmark Lolos ke Semifinal
Setelah kehilangan Eriksen, timnas Denmark dinilai kehilangan 60%
kekuatannya. Ditambah mereka kalah dari Finlandia dan Belgia. Namun mereka
mampu bangkit dengan menghajar Rusia 4-1, kemudian mengalahkan Wales di babak 16
besar dengan skor 4-0, dan mengalahkan Ceko 1-2 di perempat final. Namun langkah
Braitwaite CS terhenti ketika di semifinal berhadapan dengan Inggris. Mereka harus
kalah dengan cara yang kontroversial dimana diving Sterling menghukum mereka
dengan tendangan penalti. Sebenarnya penalti tersebut mampu digagalkan
Smeichel. Namun bola muntah mampu disambar Hary Kane dan merubah skor 2-1 untuk
Inggris. Tetapi perjuangan mereka patut diberikan applause karena tanpa Eriksen
mereka mampu melaju sejauh ini. Good Game Denmark.
7.
Gugurnya Tim Dari Grup Neraka
Grup F dinobatkan sebagai grup neraka karena diisi para juara,
kecuali Hungaria. Prancis, Jerman, dan Portugal menjadi favorit finalis Euro
kali ini. Namun apa dikata mereka semua gagal di babak 16 besar setelah dikalahkan
lawan-lawannya. Jerman kalah 0-2 melawan Inggris. Prancis kalah adu penalti
melawan Swiss. Portugal kalah 0-1 melawan Belgia. Namun inilah serunnya Euro
kali ini begitu banyak pertandingan yang mengejutkan.
8.
Hungaria Keren
Berada di grup neraka, Hungaria diprediksi menjadi bulan-bulanan
Prancis, Jerman, dan Portugal. Apalagi di pertandingan pertama mereka kalah dari
Portugal 0-3. Namun mengejukannya, di dua pertandingan melawan Jerman dan
Prancis, mereka mampu mempersulit tim besar itu dan memaksa mereka untuk bermain
imbang, masing-masing dengan skor 2-2. Namun sayang mereka tidak dapat melaju ke
babak selanjutnya karena berada di rank 4 atau terakhir.
9.
Prancis Sombong
Saat pertandingan melawan Swiss ketika skor 3-1 untuk Prancis,
terlihat dari gestur pemain yang meremehkan lawannya. Mereka seakan yakin akan
menang. Sampai mereka akhir ter-Comeback oleh dua gol Swiss, membuat mereka
terpaksa melakoni extra time dan penalti. Sampai akhirnya mereka kalah adu
penalti. Mungkin ini akibat selebrasi TikTok Pogba, wkwkwk.
10 Inggris Kontroversial
Inggris melaju sampai final secara kontroversi. Dari 7 pertandingan
di Euro, 6 kali mereka bermain di kandang termasuk saat final. Hal ini membuat
mereka mendapat julukan tim panitia. Tidak hanya itu, saat semifinal mereka
mendapat penalti karena diving Sterling dan anehnya tidak ada pengecekan VAR
saat itu. Kemudian saat final, mereka melarang pendukung Italia untuk menonton
di stadion karena alasa Covid, walaupun akhirnya tetap ada pendukung Italia
walaupun hanya 5000an orang. Jumlah itu berbanding terbalik dengan jumlah
pendukung Inggris di Stadion yang mencapai 90 ribu orang. Namun pada akhirnya,
kebenaran yang tetap menang. Mereka kalah adu penalti melawan Italia di final
dan menangis di kandang sendiri. Sungguh ironi Inggris.
11 Italy Unbeatable
Setelah gagal lolos ke Pildun 2018, Italia menunjuk Mancini sebagai pelatihnya. Mancini membuat perubahan terbesar bagi sepakbola Italia, yaitu mengapus yang Namanya Catenaccio. Mancini memperkenalkan sepakbola menyerang kepada timnas Italia. Sehingga dari 34 pertandingan yang dijalani, Italia tidak pernah kalah termasuk final Euro 2020. Ini prestasi yang membanggakan bagi Mancini dan rakyat Italia. Mereka mampu meraih piala Euro untuk kedua kalinya sejak 1968. Walaupun tanpa bintang, mereka menunujukkan bahwa kemenangan dapat diraih dengan bermain as a team. Mungkin hal ini harus dicontoh oleh Prancis dan Inggris yang skuadnya diisi oleh banyak bintang namun permainannya biasa saja.
Itulah rekap kejadian menarik selama pegelaran Euro 2020, begitu banyak kejutan dan kontroversi. Satu bulan yang sangat mengobati kita akan rindu sepakbola karena pandemi. Terima kasih telah membaca, jangan sungkan memberi like dan komentarnya dibawah. Bravo sepakbola!!






















